Showing posts with label Kepodang. Show all posts
Showing posts with label Kepodang. Show all posts

Burung Kepodang Juga bisa di Masteri

Meski kecerdasan Burung Kepodang tidaklah sehebat burung Murai atau Burung Cendet, namun burung Kepodang bila dirawat dengan baik dari sejak anakan dan terus diperdengarkan suara burung berkicau lainnya, maka burung ini juga bisa menirukan apa yang menjadi kebiasaannya di dengar. Suatu ketika saya pernah mendengar burung Kepodang yang bisa berkicau seperti layaknya burung Cucak Rowo, sayangnya saat itu burung ini adalah burung kesayangan sehingga tidak bisa dibanderol atau dibarter.

Kepodang Emas
Agar burung kepodang bisa menirukan apa yang didengarnya maka burung ini harus di rawat dengan intensif setiap hari dan diperdengarkan suara masteran burung dengan konsisten. Karena konsistensi dalam merawat adalah kunci sukses mendapatkan burung Kepodang yang gacor dikemudian hari.

Karena tak ada yang semudah membalikkan telapak tangan maka saya menghimbau agar burung ini dirawat dengan baik dan bukan untuk acara sesembahan Tingkepan.

Adapun jenis masteran untuk burung kepodang sangat beragam, mulai Burung Trucukan, Gentilang, cucak rowo, Lovebird dan anaka jenis burung prenjak.

Berikut ini adalah video contoh Kicauan Burung Kepodang dengan isiannya :


Dengarkanlah dengan seksama bahwa burung ini bisa bisa menirukan suara burung cendet, prenjak dan aneka suara burung lainnya.

Kepodang Batu, Kapur dan Emas Adalah Burung Yang Sama

Jenis Jenis Burung Kepodang seperti apa yang telah banyak dikemukakan oleh pecinta burung di Indonesia yang kita kenal ada tiga jenis, yaitu : Kepodang Batu, Kepodang Kapur dan Kepodang Emas. Omkicau yang kerap menjadi acuan pecinta burung dalam mencari referensi dunia burung, merawat burung, menangkarkan burung dan mendapatkan suara kompilasi suara burung pun menuliskan bila burung kepodang ada tiga jenis seperti yang saya kemukakan diatas.

Namun, hari ini saya dikejutkan dengan tulisan Blog Roda 2 yang menuliskan pengalamannya dalam memelihara burung kepodang sejak dari lolohan hingga d'wasa, dimana tulisannya itu membantah akan kepopuleran burung kepodang yang dikenal ada tiga jenis tadi.

Menurut blog roda 2, dari Kepodang Batu menjadi Kepodang Kapur  sampai Kepodang Emas itu adalah proses perubahan warna berdasarkan usia dari burung itu sendiri. di usianya yang masih sangat muda atau trotolan burung ini memang memiliki warna yang agak gelap, paruh gelap, bulu berwarna putih kekuningan dan sebagian masih berbintik hitam.

Untuk menjelaskan hal ini, Gembala News mengutip pernyataan darinya :

Kepodang Batu. Ini adalah burung kepodang saat trotol yang masih berusia kurang dari 6 bulan.yang memiliki ciri ciri :
1. Bulu berwarna kuning pucat dan ada beberapa putih
2. Garis hitam kacamata belum terlihat jelass
3. Bunyi nya baru sebatas “pyek-pyek-pyek”
4. Di bagian dada ada bulu garis-garis hitam
5. Paruh berwarna hitam kelam
6. Kelopak Mata berwarna hitam total
di usia muda inilah saat terbaik burung untuk di master dengan suara isian : utamakan suara Cucak Rowo

Kepodang Kapur. Ini adalah burung kepodang saat berusia 6 bulan sampai 1,5th atau setelah mbrodol/mabung pertama. Ciri-ciri fisiknya:
1. Bulu sudah beranjak ke warna kuning terang
2. Garis hitam kacamata sudah jelas terlihat
3. Paruh berwana hitam abu-abu dengan selingan warna pink, proses perubahan ke warna merah total
4. Sudah mulai mriwik dengan aneka suara.
5. Kelopak mata mulai terlihat ada lingkaran warna merah

di usia ini burung sudah mulai belajar berkicau, mengikuti apa yang telah diajarkan atau yang telah didengarnya, bila sering dimasteri Cucak Rowo maka burung pun akan belajar menirukan kicauan cucak rowo.

Kepodang Emas. Ya inilah si burung kepodang dewasa yang cantik. Paruh berwarna merah muda, bulu berwarna kuning dengan hiasan hitam tegas di kepala, sayap dan ekor. Plus kelopak mata berwarna merah. Burung di usia inilah yang paling banyak dicari dan minati para pecinta burung. 

Kesimpulan Gembala News atas analisis keberadaan burung kepodang, saya ilustrasikan dalam bentuk gambar dibawah ini.



Jika ingin mengetahui seluk beluk lebih detail tentang keberadaan burung Kepodang ada baiknya anda belajar merawat burung ini dari usia muda atau lolohan, lebih bijak lagi bila anda menangkarkan burung ini sehingga anda akan  mengalami merawat burung kepodang dari usia balita hingga d'wasa. 




Jenis Jenis Kepodang Yang Populer

Burung Kepodang termasuk dalam keluarga Oriolidae, dengan genus Oriolus, dan memiliki 30 spesies di seluruh dunia, namun di Indonesia hanya dikenal beberapa spesies saja, kali ini Gembala News menemukan bila Jenis Jenis Kepodang yang populer ada tiga jenis yaitu Kepodang Emas, Kepodang Kapur dan Kepodang Batu. 

Adapun jenis kepodang yang paling di incar pecinta burung adalah jenis Kepodang Emas dengan warna merah di paruhnya, sementara warna bulu lainnya hampir sama dengan jenis burung Kepodang kapur, untuk burung kepodang kapur warna paruhnya ada semburat warna hitam. lain kepodang emas lain pula kepodang batu yang memiliki warna bulu kuning agak kusam. 

Inilah Foto 3 Jenis Kepodang yang kita kenal :

Kepodang Emas

Kepodang Batu

Kepodang Kapur
Itulah 3 jenis burung kepodang yang populer di Indonesia, semoga artikel ini bermanfaat bagi teman teman dan kami selalu memotivasi anda untuk membuat penangkaran burung Kepodang seperti Penangkaran Modern Global Fauna yang bergerak dibidang ternak burung murai batu ekor panjang. Prospek untuk menangkarkan kepodang sangat terbuka lebar, hal ini merujuk pada harga burung kepodang yang kian melejit dari tahun ke tahun.

Seperti apa menangkarkan burung kepodang? menurut saya proses penangkarannya tidak akan jauh beda dengan menangkarkan cucak rowo, cucak hijau maupun burung berkicau lainnya. Ilustrasi saya : Tempatkan burung ditempat yang selayaknya yaitu disangkar aviari, sediakan makanan yang cukup beri pepohonan yang rindang dan masukkan sepasang kepodang yang sudah berusia diatas 1 tahun.




Kepodang Burung Yang Cantik nan Indah

Burung Kepodang (Podang, Oriolus chinensis) adalah burung yang cantik dan rajin merapikan bulu (bersolek), burung ini juga sangat rajin berkicau bila merasa nyaman dan kenyang di dalam pemeliharaan maupun di alam liar. Begitu mudahnya memilihara burung ini sehingga banyak sekali pecinta burung podang yang memelihara dirumah untuk penjaga rumah maupun untuk kicauan.

Kicauan Burung Kepodang sangat nyaring dan keras sehingga akan menjadi hiburan dan membangunkan pemiliknya di pagi hari. Sayangnya populasi burung ini di alam liar sudah sangat berkurang dan jarang kita temui berkicau seperti 20 tahun yang lalu. 

Manuk Podang oleh orang Jawa Tengah dipercaya memiliki aura yang baik untuk menjaga rumah, selain itu dengan kepiawaiannya memelihara bulu-bulunya sehingga selalu tampak cantik diyakini sangat baik untuk ritual tingkepan (7 bulanan) ibu hamil, dimana mereka menanamkan harapan agar anak yang lahir nanti akan memiliki paras yang cantik atau ganteng seperti burung Podang.

Karena sering dijadikan ritual itulah sehingga populasi burung kepodang di jawa tengah semakin jauh berkurang sehingga membutuhkan upaya penangkaran agar burung tidak benar-benar punah. Dengan artikel ini Gembala News menyarankan kepada pengunjung untuk giat menangkarkan burung podang karena selain hobi bisa juga dijadikan ladang bisnis sebab banyak orang yang percaya dengan ritual seperti yang kami sebutkan diatas.

Burung Kepodang memiliki warna yang bagus yaitu warna kuning yang cerah berpadu dengan warna hitam, warna yang mengkilap menjadikan burung ini semakin tampak mempesona. Dalam pemeliharan yang lama burung kepodang bisa juga berkicau hampir menyerupai kicauan Burung Cucak Rowo.

Suara Clang Cling Clung nya adalah nada panggil yang mampu di dengar dalam radius puluhan hingga ratusan   meter, bila dipelihara di sekitar perumahan yang sunyi tentu saja akan menjadi nada alarm yang sangat bagus dipagi hari.

Followers




Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Infoting | Bloggerized by Putera Gembala