Azas Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan

Yang disebut azas adalah hal yang mendasari terbentuknya atau dibuatnya suatu peraturan atau hukum. Demikian juga dengan lahirnya peraturan atau perundang-undangan tentang perkarantinaan di Indonesia yang ditetapkan pada tahun 1992. Azas karantina hewan, ikan dan tumbuhan adalah kelestarian sumber daya alam hayati hewan, ikan dan tumbuhan, sesuai dengan bunyi dari Pasal 2, UU No. 16 Tahun 1992.

Mengapa hewan, ikan dan tumbuhan harus dijaga kelestarikan?

Karena hewan, ikan dan tumbuhan adalah hasil sumber dalam alam hayati yang dibutuhkan oleh manusia, jika keberadaannya berkurang saja bisa mempengaruhi kestabilan harga bahkan kestabilan keamanan bangsa. Menjaga kelestarian sumber daya alam hayati (save bio deversity) merupakan suatu tugas dan pekerjaan yang mulya. Menjaga kelestarian sumber daya alam hayati  ini menjadi tugas kita semua sebagai warga negara Indonesia, untuk kelestarian itulah perundang-undangan itu dibuat agar alam mampu menyediakan hasil yang terus menerus sehingga bisa dimanfaatkan oleh setiap warga negara.

Petugas karantina hanyalah petugas yang diberi wewenang untuk melaksanakan perundang-undangan itu, sehingga kesadaran masyarakat lebih di utamakan. Kita semua tentu masih ingat dengan kasus Flu Burung (Avian Influenza) yang pernah mewabah dan merusak produksi peternakan ayam di Indonesia yang efeknya sangat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Baru baru ini ada kasus meninggalnya 3 orang Australia setelah mengkonsumsi Rock Melon (Tahun 2018) dan belasan lainnya sedang dalam perawatan medis, hal ini disebabkan pada buah melon tersebut terdapat bakteri Liseria Monocytogenes, sebenarnya bakteri ini memang ada pada tanah, air, ikan dan hewan lainnya. Bila bahan makanan tersebut melalui proses dimasak bakteri tersebut akan mati sehingga tidak berbahaya bagi manusia, namun bila tidak melalui proses dimasak seperti ketika kita mengkonsumsi buah melon, maka 100 bakteri Liseria m. akan membahayakan manusia.

Adanya wabah semacam itulah sangat diperlukannya tindakan karantina, salah satu upayanya adalah kita jangan mendatangi negara atau wilayah yang terjangkit penyakit, dan kita jangan sampai membawa dan atau  mengkonsumsi media pembawa (melon) dan mungkin juga buah yang lainnya dari wilayah negara tersebut.

Salah satu tindakan pemerintah untuk mengantisipasi adanya wabah tersebut adalah dengan tidak mengimport buah dari wilayah Negara Australia tersebut, juga negara tetangga yang mengimport buah dari Australia. Sehingga setiap pemasukan disekitar negara tetangga ditutup untuk pemasukan buah melon, setiap ada penumpang yang membawa buah melon dari Malaysia dan Singapore maka akan langsung dilakukan pemusnahan ditempat, karena Malaysia dan Singapore mengimport buah melon dari Australia.

Mengapa harus ada karantina?

Karena Indonesia memiliki sumber daya alam hayati yang sangat beragam sehingga kekayaan alam hayati tersebut harus dilindungi kelestariannya. Masih banyak spesies OPT, HPHK yang belum ada di Indonesia dan beberapa daerah di Indonesia. Untuk itulah Karantina ditunjuk dan diberi tugas sesuai UU No. 16/1992 untuk melaksanakan tupoksinya "Mencegah masuk (dari luar negeri) dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan, Hama Penyakit Ikan dan Organisme Penyakit Tumbuhan di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia".

Kesimpulannya;

Karantina itu ada untuk melindungi pertanian di Indonesia, karena di daerah atau di negara lain ada banyak jenis penyakit yang bisa mengancam pertanian kita di Indonesia. Setiap tahun petugas karantina dan petugas di dinas pertanian akan terus melakukan pemantauan dan pemetaan penyebaran penyakit hal ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penyebaran penyakit.
Sehingga setiap lalu lintas perdagangan komoditas pertanian diwajibkan lapor kepada petugas karantina agar upaya pencegahan penyebaran dan masuknya penyakit dapat dilakukan.




Potret Foto Cendet Pulau Bintan

Inilah foto yang saya dapatkan dari burung cendet bintan... burung cendet merupakan salah satu burung yang eksotis kicauannya.

Legenda Sangkar Koh San

Berbicara tentang burung, kicau mania tentu tidak akan pernah luput dengan sangkar, karena burung peliharaan pasti akan dirawat di dalam sangkar. Pada zaman dahulu pemelihara burung hanyalah kaum ningrat atau orang yang berada, karena pada zaman dahulu pemikiran orang sangat sederhana...
Untuk makan sendiri saja sulit kok mau merawat burung

Tuan Hoo Poo San atau lebih dikenal dengan nama Koh San adalah sosok yang sangat terkenal sejak era 1970 an sebagai produsen sangkar berkualitas tinggi, yaitu sangkar Kosan / Koh San. Sangkar yang diproduksi oleh beliau (telah wafat) benar-benar presisi dan berkualitas, adapun bahan yang digunakan adalah bahan pilihan dari kayu jati pilihan, menggunakan ruji bambu yang tua dan diambil bagian kulitnya saja. 

Koh Ho Poo San telah tiada, saat ini penerus beliau adalah puteranya yang bernama Witoyo Santoso yang mulai memproduksi sangkar sejak tahun 2003, untuk menjaga kualitas sangkar yang telah melegenda itu Om Witoyo tetap meneruskan tradisi ayahnya yang selalu mengandalkan bahan yang berkualitas, teknik perakitan dan pengecatan yang baik. 

Pengecatan sangkar Koh San dilakukan bukan dengan cara disemprot, melainkan dengan cara manual menggunakan kuas, adapun proses pengecatannya dilakukan hingga 4 kali pengecatan untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Anda berminat dengan sangkar Koh San? 
Sangkar kohsan asli hanya dapat dibeli langsung di workshop Om Witoyo, Jl Simo Tambaan Sekolahan No 34-36, Surabaya. Om Witoyo
Stand / Toko Sangkar Koh San Om Witoyo :
Pasar Burung Bratang Surabaya, Lantai 2 Blok A. No. 23.

Jenis Sangkar Kohsan sangat beragam, mulai dari model segi empat, model persegi panjang, sangkar burung branjangan, sangkar umbaran hingga sangkar untuk ternak kenari maupun sangkar untuk memandikan burung.

Sangkar Koh San koleksi Om Witoyo
Sangkar Koh San yang telah melegenda itu ternyata dimanfaatkan oleh pengrajin sangkar dan pedagang sangkar dengan mendompleng  nama besar Koh San yang telah terkenal dari masa kemasa baik di lokal maupun internasional itu agar dagangan mereke laris. Namun kualitas yang dihasilkan dari pengrajin tembakan itu tidaklah sebaik yang aslinya yang hanya bisa didapatkan dari om Witoyo.

Akhirnya terjawab sudah legenda sangkar Koh San itu, pertanyaan mengapa di beri nama sangkar Koh San, ternyata karena produsen atau yang membuat sangkar presisi yang kuat dan tahan bertahun-tahun itu adalah Tuan Hoo Po San yang berupakan pria yang berketurunan dari Tionghoa dan tinggal di Surabaya.

Itulah legenda tentang sangkar Koh San yang dapat Gembala News bagikan untuk rekan-rekan kicau mania agar dapat dipahami sehingga tidak terjadi kesalahan dikemudian hari, adapun sangkar kosan yang banyak beredar di pasaran saat ini mungkin memang sangkar kosan yang bukan asli karena penulisan yang benar adalah SANGKAR KOH SAN.





Followers

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Infoting | Bloggerized by Putera Gembala