Pengawasan Terhadap Hewan Tahanan Karantina

Sebagaimana tulisan Gembala sebelum ini tentang Penyelundupan Burung, kali ini saya ingin berbagi tulisan tentang Pengawasan Terhadap Hewan Tahanan Karantina. Dimana kasus ini bermula dari usaha penyeludupan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang memperdagangkan hewan dilindungi berupa Owa (sejenis monyet) dan Musang Bulan secara online di internet. 

Berdasarkan asal mua'asalnya dipastikan hewan tersebut berasal dari Dumai, Propinsi Riau, sebuah kapal ferry dari Dumai yang sandar di pelabuhan Sekupang, Batam ditemukan membawa 2 ekor musang (musang luwak, musang bulan), 2 ekor Kera (Owa dan Kera coklat). Menurut penuturan dari pihak kapal, hewan tersebut dititipkan oleh seseorang dari dumai dan akan ada yang mengambil di batam, karena kedatangan hewan tersebut tidak disertai dengan dokumen pendukung, baik dari karantina maupun dokumen lain maka pemasukan hewan tersebut disebut penyelundupan. Terhadap pihak penjual maupun pembeli dapat dikenai sanksi pidana, menilik pada UU No. 16 Tahun 1992, Pasal 31. Sehingga terhadap hewan tersebut dilakukan penanahanan oleh pihak Karantina Hewan di Batam.

Pihak pembeli yang ditunggu-tunggu tak juga muncul maka terhadap hewan yang ditahan tersebut dibawa ke kantor Karantina dan di serahkan kepada pihak terkait, yaitu BKSDA Kepulauan Riau. 

Karena hewan-hewan tersebut masih anakan yang butuh perawatan intensif, maka terhadap hewan tersebut dilakukan perawatan lebih lanjut untuk dibesarkan oleh pihak-pihak yang berkompeten dibidangnya, yaitu BKSDA yang bekerja sama dengan Taman Safari. 

Petugas Karantina
Dalam hal ini Karantina selaku pihak yang melakukan penangkapan maka tindak lanjutnya yaitu melakukan Pengawasan terhadap hewan tersebut, berdasarkan penuturan dari seorang yang petugas Karantina Hewan di Tanjung Uban, prosedur pengawasan setelah diserahkan adalah sampai dengan 14 hari kerja. Namun, sebagai rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap hewan dilindungi maka Petugas Karantina Hewan di Tanjung Uban akan senantiasa melakukan pengawasan terhadap pemeliharaan hewan tahanan tersebut. apalagi hewan-hewan tersebut adalah hewan yang termasuk penular rabies. 

Tindakan pengawasan dan pengambilan sampel darah akan dilakukan untuk mengetahui apakah hewan tersebut menularkan rabies atau tidak, sebab Kepulauan Riau adalah propinsi yang bebas dari Rabies, sehingga pemasukan HPR ke Kepri telah dilarang berdasarkan Peraturan Gubernur. 

Semoga sehat dan lekas besar ya owa, monyet dan musang... 

Kepada sobat Gembala, saya menghimbau untuk menghentikan dan turut berpartisipasi menjaga negeri dengan tidak melakukan jual beli terhadap hewan yang dilindungi, melaporkan hewan yang akan dilalulintaskan dari dan ke daerah lain ke petugas Karantina yang bisa ditemui dipelabuhan maupun bandara.

Pengurusan dokumen karantina sangatlah mudah, jika pengurusan mudah mengapa anda menyelundupkan, jika anda melalulintaskan hewan tanpa dokumen maka sudah selayaknya petugas karantina bersikap tegas dengan melakukan penahanan. 

Prosedur Pengiriman Burung dan Hewan Lain Antar Pulau

Hello sobat Kicau Mania... mohon maaf bila saya jadi jarang update info di blog Gembala ini, dikarenakan banyaknya kegiatan dan pekerjaan diluar sehingga tidak setiap waktu bisa update info terbaru dan artikel lain tentang perawatan burung maupun harga burung. Kali ini saya ingin membagikan pengalaman teman-teman dalam hal pengiriman burung antar pulau, baik dengan pesawat cargo maupun dengan jalur kapal laut. Prosedur pengiriman ini adalah prosedur yang dilaksanakan secara resmi. 

di awali dari Balai Karantina Pertanian, sesuai dengan UU No. 16 Tahun 1992, maka setiap hewan, produk tumbuhan dan ikan yang akan dilalulintaskan dari satu pulau ke pulau yang lain, dari satu wilayah ke wilayah yang lain, dari satu negara ke neggara lain haruslah dilaporkan kepada petugas Karantina Pertanian. Hal ini bertujuan untuk mencegah menyebarnya hama dan penyakit secara meluas dari satu daerah ke daerah lain, dari satu wilayah ke wilayah lain atau sebaliknya. Petugas Karantina akan melakukan pemeriksaan secara fisik dan pemeriksaan laboratorium. 

Bila burung, hewan atau produk pertanian lainnya dinyatakan bebas Hama dan penyakit yang dapat membahayakan kelestarian lingkungan hidup hayati dan hewani di daerah tujuan maka Petugas Karantina akan mengeluarkan Sertifikat Kesehatan.

Contoh Packing Burung
Berdasarkan pengalaman Cah Angon, 1 Surat Kesehatan Karantina Hewan hanya untuk 2 ekor burung atau ayam saja, bila anda membawa lebih dari 2 ekor maka diwajibkan untuk melapor ke Dinas Peternakan untuk mendapatkan SKKH, baru kemudian mengurut surat Karantina di Stasiun Karantina maupun Balai Karantina Pertanian.

Sosialisasi Badan Karantina Pertanian
Dengan memegang SKKH dan Sertifikat Kesehatan Hewan dari Karantina Hewan maka selanjutnya anda tinggal melapor ke bagian Cargo Pesawat untuk membayar biaya Cargo hewan hidup, tentunya packing untuk hewan hidup pun harus mengikuti aturan mereka. dalam hal ini juga akan dikenakan biaya packing dan biaya cargo. Besarnya biaya cargo juga tergantung dari maskapai yang anda gunakan. 

Setelah anda atau barang kiriman anda telah tiba di daerah tujuan tunjukkan surat keterangan asal usul dari karantina asal di tempat karantina tujuan untuk dilakukan tindakan pelepasan bila telah memenuhi persyaratan karantina. artinya pelepasan, burung atau hewan yang anda bawa sudah boleh dibawa pulang untuk dipelihara.

Pemeriksaan terhadap media burung, hewan, komoditi pertanian tersebut akan dikenakan biaya yang dibebankan pada pemilik/pemohon. Tindakan karantina dan dikeluarkannya sertifikat kesehatan pun dikenakan biaya yang disebut PNBP (pendapatan negara bukan pajak) yang harus disetorkan pada negara melalui bendahara yang telah ditunjuk.

Bila anda ingin mempelajari tentang tarif pengurusan dokumen karantina, anda bisa mempelajari PP No. 48 Tahun 2012.

Info selanjutnya, saya masih penasaran dengan Biaya Cargo 1 box/keranjang dari Surabaya ke Batam, Jakarta - Tanjung Pinang, Surabaya - Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, Lampung, Medan, Kualanamu, Yogjakarta, Semarang, Solo, Merauke, Timika, Jambi dan daerah-daerah lainnya. 




Kandungan Nutrisi Tepung Jangkrik Murni (Cricket Flour)

Sahabat kicau mania, sebagai mana kita ketahui bahwa burung pemakan serangga harus diberi nutrisi dari serangga dalam jumlah yang cukup agar burung menjadi lebih sehat. dengan tubuh yang sehat tadi maka hadiah yang diberikan untuk pemiliknya adalah burung menjadi gacor. bukankah gacor adalah tujuan dari memelihara burung kicauan? namun sebelum mencapai itu haruslah kita lalui tahapan perawatan yang sesuai. Kali ini Gembala News ingin berbagi informasi tentang Kandungan Nutrisi Tepung Jangkrik yang Murni (Cricket Flour).

Murni disini artinya, tepung jangkrik itu dibuat dari bahan 99% dari jangkrik segar yang dikeringkan kemudian digiling hingga menjadi tepung. Sehingga kemurniannya terjaga, kebersihan terjaga dan menghasilkan pakan burung yang bernutrisi tinggi. ingin tahu nutrisi apa saja yang terkandung dalam tepung jangkrik? simak ulasan saya berikut ini :

Anda penggemar burung? Cari food suplement untuk burung Anda? Jawaban yang terbaik hanya Tepung Jangkrik Murni.

Tepung jangkrik murni memiliki nilai protein dan asam amino yang lebih sama dengan jangkrik hidup. satu kilogram tepung jangkrik sepadan dengan sepuluh kilogram jangkrik hidup. Tepung jangkrik bisa Anda stok hingga beberapa bulan. Tepung jangkrik (Cricket Flour) kami memiliki kadar air nol persen sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan masa kadaluarsa/expired.

Komposisi Asam Amino pada Jangkrik
No. | Jenis Asam Amino Jumlah (mg/g)
1. Aspartat 8,76
2. Glumatat 5,98
3. Serin 4,03
4. Glysin 3,41
5. Threonin 4,03
6. Alanin 3,77
7. Tirosin 8,11
8. Valin 5,16
9 Metionin 0,79
10. Sistein 44,76
11. Leusin 4,81

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pada jangkrik, sistein merupakan jenis asam amino dengan jumlah tertinggi. Senyawa ini sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan GSH (glutation) yang merupakan zat antioksidan alami dalam tubuh manusia. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa jangkrik dapat dimanfaatkan sebagai zat antioksidan dengan kandungan protein jangkrik yang cukup tinggi, yaitu sebesar 57,32 %.

Tepungnya menyerupai jamu, mampu menambah stamina!
Daging jangkrik yang telah dikeringkan dan kemudian diolah menjadi tepung, dapat dicampurkan dengan bahan-bahan berupa ramuan alami sehingga akan menghasilkan produk yang mampu meningkatkan stamina dan kebugaran kita

Nah, dari info nutrisi tepung jangkrik diatas, dapatlah kiranya kita memahami bahwa dengan pemberian tepung jangkrik, maka akan lebih memudahkan kita dalam memelihara burung, sehingga burung akan lebih sehat karena nutrisinya telah tercukupi dengan tepung jangkrik tadi.

Followers

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Infoting | Bloggerized by Putera Gembala