Perawatan burung mata putih atau pleci

Laporan kita kali ini akan membahas dari tanjungpinang tentang pecinta burung pleci. Pecinta burung disini sangatlah banyak, hal ini sangatlah banyak hal ini bisa dilihat dari rutinnya lomba burung dihari minggu. Baiklah pada kesempatannya kali ini akan saya bagikan tips Cara perawatan burung pleci by apeng :

Untuk meningkatkan mental burung terhadap lingkungannya hal yang bisa dilakukannya dengan menggantung dengan cara berpindah-pindah.
Adapun menu wajib yang harus diberikan adalah dengan memberi buah segar seperti buah jeruk sunkist, pisang maupun apel.
Sediakan minum yang cukup.
Keluarkan burung setiap pagi untuk mendapatkan matahari pagi.
Agar mampu menirukan kicauan burung lainnya maka dapat dilakukan cara pemasteran.
Seminggu sekali bawalah jalan jalan ketempat yang ramai, misalnya adalah tempat lomba burung.

Semoga bermanfaat.

Murai Batu Pulau Natuna

Kali ini Gembala ingin berbagi gambar dari seorang Kicau Mania Tanjung Pinang yang memiliki hobi memelihara burung MB, berdasarkan pengakuannya burung ini adalah Murai Batu dari kepulauan Riau, yang lebih tepatnya adalah dari pulau Natuna. Sebagaimana kita ketahui bahwa murai batu merupakan burung kicauan  yang paling banyak peminatnya, sayangnya untuk membuat burung ini juara dibutuhkan perawatan yang intensif, terutama dari segi makanana.

Burung Murai batu  yang sehat adalah burung yang memiliki warna hitam kebiruan yang legam dan mengkilap, burung ini memiliki mata yang berbinar-binar dan terang, tampilannya saat berdiri pun tampak gagah dan mempesona. apalagi bila burung murai ini telah rajin berkicau maka gayanya pun akan sangat mengagumkan dengan ekor yang di angkat dan di kibaskan keatas dan kebawah.

Tanpa banyak kata lagi, inilah tampilan MB Tanjung pinang milik bang Rikki Dwi Paranda (nama di akun FB group KM TPI). 




tampilan burung yang sangat mempesona dan gagah bukan?
apakah anda ingin mengkoleksinya? sayang burung ini adalah burung kesayangan yang belum ingin di lego meskipun seharga vixion. he he  he...


salam kicau mania....

Cara Merawat dan Memaster Burung Gereja

Akhir akhir ini saya kerap memantau banyak kicau mania yang memelihara burung gereja untuk dijadikan sebagai burung kicauan dan burung masteran. Tak dapat dipungkiri bila burung gereja memang memiliki kicauan dan cerecetan yang sangat ramai, sehingga cocok baginya untuk dijadikan masteran bagi burung berkicau lainnya, seperti burung Cendet, kacer, murai maupun cucak hijau. Idealnya burung masteran itu tentu saja berkicau sesuai khasnya bukan menirukan burung lainnya, namun sayangnya banyak perawat burung yang mengajari burung ini dengan suara burung lainnya, seperti suara burung kenari atau suara burung blackthroat.

Lalu apa jadinya? 

Burung gereja yang dipelihara dari anakan, yang dimulai dari rawatan di loloh kelak akan menjadi burung yang jinak, namun burung yang telah bisa terbang sendiri dan burung yang sudah dewasa akan sulit dipelihara dan dijinakkan. Alih alih bisa menirukan suara yang kita ajarkan, untuk bisa jinak saja sangatlah sulit, apalagi dipeliharanya dengan asal-asalan.

Merawat burung gereja sebaiknya dari usia seminggu setelah menetas atau maksimal sekitar 2 minggu. kemudian perawatan lanjutannya adalah memberi pakan lolohan, memberi makan burung kecil ini bisa dilakukan setiap 2 jam sekali dengan voer atau bubur khusus burung. 

dimulai dari usia dini tersebut, burung gereja dibiasakan mendengarkan suara-suara masteran, adapun suara tersebut sebaiknya dipilih yang cocok. 

Jika anda ingin menjadikan burung gereja berkicau khasnya, maka perdengarkanlah suara burung gereja yang nyecret panjang, namun bila anda ingin menjadikan Burung Gereja rasa Blackthroat, maka pemasteran dilakukan setiap hari dengan suara burung blackthroat. 

Agar burung ini tidak menjadi burung yang liar sebaiknya burung gereja tidak dipertemukan dengan burung gereja liar sampai dia besar dan berkicau sesuai yang kita harapkan. Burung gereja sebaiknya dikarantina ditempat khusus sehingga tidak terjangkau oleh burger lainnya.

Durasi pemasteran dapat dilakukan sehari 2 kali, dipagi  hari dan malam hari selama 2 jam saja. Lakukan pemasteran 1 lagu secara berturut-turut sampai burung bisa menirukannya.

Demikianlah yang dapat Gembala bagikan tentang perawatan burung gereja, semoga bermanfaat...

Followers

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Infoting | Bloggerized by Putera Gembala