Tanpa Kerodong, Agar Burung Mudah Beradaptasi

Umumnya perawatan burung yang telah diterapkan oleh banyak master burung adalah dengan mengkerodong burung ketika burung di istirahatkan atau burung dipersiapkan untuk lomba. Namun bisa lain ceritanya bila burung tidak dikerodong dengan tujuan agar burung mudah beradaptasi dengan lingkungan baru maupun mudah memahami keadaan lingkungan disekitarnya. Dengan memahami keadaan lingkungan disekitarnya maka burung akan memiliki mental yang bagus.

Perawatan Burung Lovebird Tanpa Kerodong yang saya kutip ini adalah model perawatan yang digunakan untuk Lovebird Matso milik Om Hadi CNI sebagaimana dikutip oleh om kicau. Sehari-hari burung lovebird berwarna biru mangsi itu tidak dikerodong, namun perawatan lain tetaplah konsisten seperti memandikan, menjemur maupun memberi pakan.

LB Matso yang sempat low performance kembali moncer di akhir tahun 2014 ini setelah dirawat dengan baik oleh Om Ambon. Adapun model perawatannya cukup sederhana, yang penting konsistensi dalam menjalankan perawatan itu.

Setiap pagi burung dimandikan, kemudian dijemur sampai jam 9. Selanjutnya burung digantang ditempat yang teduh tanpa dikerodong seharian. selanjutnya di malam hari tetap dikerodong agar burung tidak mudah diserang penyakit dan predator.

Untuk makanan, Lovebird ini hanya diberi milet putih sebagaimana burung lovebird lainnya. Kangkung tetap diberikan seminggu dua kali secara rutin.

Anehnya, bahkan menjelang lomba sekalipun burung ini tidak di full kerodong, saat menjelang lomba, ditempat  lomba pun burung tidak dikerodong seperti burung lainnya, melainkan burung ini dibiarkan terbuka dan digantang disekitar lomba agar burung mengenali lingkungannya, tidak asing dengan lingkungan tersebut, sehingga burung akan semakin berani berkicau.

Itulah kutipan dan jabaran Gembala News atas apa yang disampaikan oleh pemilik Lovebird Matso, perlu diketahui bahwa burung ini telah memenangi empat lomba besar dalam empat pekan ini. sungguh catatan yang luar biasa.

Merawat Cucak Ijo Agar Cepat Bunyi Ngeplong

Cak Ijo Mania... Cara Merawat Cucak Ijo agar cepat bunyi ngeplong memang membutuhkan sedikit sentuhan yang berbeda. Ada beberapa jenis cucak ijo dengan perawatan sederhana saja burung jadi rajin berkicau dengan suara yang keras atau ngeplong. namun jenis lain ada pula yang malas bersuara keras karena kurang memiliki tenaga untuk melepaskan suara yang dia punya. Agar burung mau berkicau dengan suara yang keras, paruh ngebuka dan disebut gacor, burung harus dalam kondisi fit, stamina terjaga dan brahi yang stabil. 

Cucak Ijo
Perlu dicatat kembali bahwa burung cucak ijo bukanlah burung petarung, sehingga kondisi stamina dan brahi lah yang menjadikan burung ini menjadi rajin berkicau. Untuk agan-agan cucak ijo yang burungnya belum mau ngeplong dan hanya ngriwik saja, mungkin bisa mempertimbangkan tips berikut ini :

  • Seperti biasa, kalau malam burung cucak ijo sebaiknya di kerodong agar waktu istirahatnya lebih nyaman dan tenang, selain itu - burung sebaiknya juga dimasukkan ke dalam rumah. Burung ini termasuk burung yang suka tidur, jadi sebelum magrib sudah bisa dimasukkan rumah, bekas kotoran sebaiknya dibersihkan agar rumah tidak bau. Mengistirahatkan burung lebih awal akan lebih baik sehingga burung akan memiliki tenaga yang cukup untuk berkicau esok hari.
  • Pada ke esokan harinya burung dikeluarkan lebih pagi, kalau bisa di embunkan, jadi burung dikeluarkan setelah subuh atau sekitar jam 05.00, tujuannya apa? yaa biar burung menghirup udara segar dan menyambut matahari pagi, agar fisik burung lebih sehat. 
  • Setelah matahari terbit, sekitar pukul 07.00 burung dimandikan dengan cara disemprot atau di keramba, semua tergantung kebiasaan.
  • Setelah puas dimandikan, burung dijemur di bawah sekitar 30 menit, kemudian beri jangkrik 5  ekor, kroto 1 sendok, beri pisang kepok matang yang segar. kemudian burung kembali dijemur sekitar 1 jam ke depan.
  • Habis di jemur, kemudian burung digantung diteras, jika burung telah dalam keadaan fit maka burung akan lebih cepat berkicau karena telah mendapatkan asupan makanan yang cukup. Selama burung belum mau ngeplong sebaiknya setiap hari tetap diberi buah pisang segar dan jangkrik, sedangkan kroto dapat diberikan 3 hari sekali.
  • Trick lainnya  adalah dengan menggandeng atau mendekatkan burung cucak ijo dengan burung masteran, misalnya burung lovebird, kenari atau cucak jenggot yang telah gacor. Hal ini sangat penting karena burung cucak ijo termasuk burung yang cerdas nampun pikun. 
  • Bila anda tidak memiliki burung masteran, maka bisa memperdengarkan suara masteran dengan mp3 player atau Hp yang di set untuk menjadi masteran burung. Adapun waktu memaster yang bagus adalah, Sore saat dikerodong, Siang hari dan pagi hari, jadi pemasteran dalam sehari bisa 3 kali.
  • Sore hari burung tidak usah dimandikan, karena burung belum OB, jadi pemandian cukup 1 hari sekali. Namun di sore hari sebaiknya diberi jangkrik 5 ekor lagi sebelum di kerodong.

Pemberian Jangkrik yang tepat, pisang kepok merah yang manis dan segar akan memancing burung cucak ijo menjadi rajin berkicau, namun bila tiap hari diberi pisang kepok, lama kelamaan burung akan menjadi OB, setelah rajin berkicau sebaiknya selain diberi pisang juga diberi buah pepaya untuk meredam OB dengan durasi seminggu dua kali.

Adapun tanda-tanda burung OB adalah melet-melet saat bertemu lawan maupun saat berkicau. Bila hal ini terjadi maka kurangi pemberian pisang dan ganti dengan pepaya, selain itu penjemuran juga perlu dikurangi dan mandi di tingkatkan.

Dengan perawatan yang tepat, kita tahu apa yang diperlukan burung, maka saya yakin burung cucak ijo akan semakin rajin berkicau. Selamat Mencoba... Good luck...

Tips Agar Burung Trucukan Rajin Berkicau

Burung Trucukan adalah burung yang sangat mudah untuk dirawat, burung yang berukuran sedang ini bisa memiliki kicauan yang beragam bila dipelihara dari anakan, meskipun burung trucukan harganya murah, namun bila memiliki isian yang beragam dan bisa berkicau atraktif, tentu saja akan sangat menghibur. Jika hanya untuk bertahan hidup, burung ini diberi nasi atau pakan ayam pun bisa. Namun saya yakin lama kelamaan anda pasti akan bosan.

Agar burung trucukan rajin berkicau, marilah kita sama-sama merawat burung garuda kecil ini dengan baik. memberikan pakan terbaik dan memberikan sentuhan dengan penuh kasih sayang, berikut ini Gembala ingin membagikan tips agar burung trucukan rajin berkicau :

  • Saat malam, sebaiknya burung dimasukkan ke dalam rumah atau garasi agar burung aman dari tindakan pencurian dan menghindari serangan predator kucing atau tikus. meskipun tidak dikerodong tidak mengapa, namun lebih baik jika burung dikerodong.
  • Usahakan setiap pagi burung dikeluarkan lebih awal sekitar jam 4-5 untuk di embunkan. biarkan ditempat terbuka agar mendapatkan embun dipagi hari sampai matahari terbit.
  • Sekitar jam 7-8 burung dimandikan dengan cara disemprot, jika punya keramba burung ini pun bisa dikeramba.
  • Sementara burung sedang mandi, sangkar harian juga dibersihkan dari kotoran dan sisa makanan. 
  • Setelah puas dimandikan, selanjutnya burung dijemur sekitar 1 jam, kemudian berikan pisang segar, dan jangkrik 2 ekor.
  • Setiap dua hari sekali berikan pepaya satu potong untuk pengganti pisang, karena buah pisang sangat baik untuk pencernaan dan meredam birahi.
  • Siang hari dan sepanjang hari burung tak usah dikerodong, melainkan gantung diteras atau dibawah pohon, karena saat kenyang burung ini akan rajin berkicau. Umumnya di setiap pagi burung ini akan berkicau ropel, meskipun burung yang belum jinak sekalipun.


Itulah yang dapat saya bagikan untuk teman-teman sekalian. Hal terpenting agar burung trucukan rajin berkicau dan ropel adalah jangan melepaskan burung ini dari buah-buahan segar. good luck...

Followers

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Infoting | Bloggerized by Putera Gembala