Wadah Pakan dan Minum Refill Otomatis Termurah Untuk Burung

Burung yang ditinggal mudik lebaran atau ditinggal liburan dalam jangka waktu yang agak lama sebaiknya diberi makanan dan minuman dengan porsi yang lebih banyak, agar ketersediaan pakan dan minum tersebut dapat menjangkau dalam waktu yang lama sesuai masa libur anda. di toko alat dan pakan burung mungkin sudah ada yang mengembangkan alat infus otomatis, namun harganya agak mahal dibandingkan dengan wadah pakan dan minum yang reguler.

Kali ini Gembala News ingin menyampaikan beberapa inovasi alternatif bagi rekan-rekan yang mempunyai modal cekak atau modal tipis, Hanya bermodalkan bahan bekas anda sudah bisa memodifikasi sendiri alat makan dan minum Refill Otomatis ke wadah pakan (cepuk) reguler. 

Untuk lebih jelasnya tentang, Wadah Pakan dan Minum Refill Otomatis untuk burung bisa anda lihat pada gambar dibawah ini, sebagai contoh :



Terbukti, modifikasi wadah pakan dan minum refill otomatis ini mampu menyediakan makanan (voer) dan minuman dalam waktu 10 hari, dalam kondisi burung diletakkan dalam ruangan yang tidak terkena terik matahari dan sebaiknya dikerodong dengan resleting terbuka. 

Agar ketersediaan EF jangkrik tersedia, sebaiknya Voer dicampuri dengan tepung jangkrik yang banyak tersedia di pasar atau toko pakan burung. 

Tips : Atur ujung botol dengan kedalaman cepuk, bila semakin dangkal maka ketersediaan pakan/minum juga sedikit, untuk itu sesuaikan. Lebih baik ujung botol digantung setengah dari kedalaman cepuk.

Semoga bermanfaat.... Salam Kicau Mania....

Penjemuran Cendet Habis Mabung

Kualitas kicauan burung cendet maupun burung berkicau lainnya dapat dilihat dari tingkat kesehatan dan kesiapan mentalnya, burung yang memiliki kesehatan yang baik dan mental yang bagus akan melalui masa mabung dengan sempurna. Kesempurnaan saat mabung di indikasikan dengan berhasil rontoknya bulu ekor sayap dan bulu lainnya secara keseluruhan meskipun bertahap. Untuk itu, pelajari dengan seksama Cara Merawat Cendet Mabung seperti yang pernah Gembala sampaikan sebelum ini.

Setelah melalui masa mabung yang melelahkan bagi burung dan menyakitkan, sementara bagi si pemilik ini adalah masa yang paling membosankan sebab sebagian besar burung saat mabung akan mengurangi kicauannya bahkan berhenti total. Burung Cendet harus dirawat dengan intensif, dengan perawatan yang baik maka burung akan mencapai top form sesudahnya.

Untuk memperkuat pernyataan diatas, kali ini saya akan menyampaikan kutipan Gembala dari seorang pakar burung cendet yang bernama Om Heru :

“Jika rontoknya tuntas, mulai dari bulu sayap, ekor, kepala, dan dadanya, biasanya cendet ini bakal nampil maksimal di lapangan pascamabung. Tentu harus disertai dengan settingan atau setelan yang tepat setelah mabungnya rampung,” jelas Om Heru.

Nah, berikut ini settingan / setelan tepat untuk cendet pascamabung, seperti yang biasa diterapkan Om Heru terhadap cendet-cendet koleksinya

Kunci utama yang tak boleh diabaikan pada cendet pascamabung adalah penjemuran. Dalam hal ini, proses penjemuran harus dilakukan secara bertahap:

  •  Pada minggu pertama,durasi penjemuran cukup 15-20 menit saja.
  •  Minggu kedua, durasi penjemuran ditambah menjadi 30-45 menit.
  •  Minggu-minggu berikutnya terus ditambah,sehingga bulu-bulunya nampak matang dan tua.
  • Jika bulu-bulunya sudah matang dan tua, penjemuran bisa dilakukanmaksimal selama 3 jam,mulai pukul 08.00 hingga 11.00.

“Sekitar dua bulan usai mabung, cendet baru bisa dilombakan. Jadi janganburu-buru melombakan burung jika bulunya belum matang dan tua. Jika dipaksakan, akibatnya bisa fatal. Misalnya burung nggak mau kerja di lapangan, dan hanya mutar-mutar saja dalam sangkar,” kata Om Heru.

Catatan Gembala : di dunia ini tidak ada yang sempurna, sebaik apa pun catatan mereka itu adalah kisah atau pengalamannya, sedangkan bagi kehidupan anda tentu anda akan punya kisah dan catatan tersendiri yang berbeda, karena setiap kehidupan di dunia ini punya garis yang berbeda. demikian juga dalam hal settingan atau cara merawat burung cendet.

Wassalam, Cendet Mania dari Gembala news.

Sifat dan Ciri Khas Burung Sikatan

Burung Sikatan yang sering kita jumpai dan disukai oleh pecinta burung adalah Jenis Burung Sikatan Belang yang memiliki warna hitam kecokelatan dengan kumis yang kaku sebagai alat navigasi burung ini sehingga burung memiliki kepekaan yang sensitif. Burung Sikatan atau Burung Kipasan merupakan burung yang unik dengan sifat dan kebiasaan yang indah. Burung ini juga tampak kerap sekali hinggap ditanah untuk bermain atau mencari makan.


Makanan Burung Sikatan
Burung ini merupakan burung pemakan serangga kecil yang lincah, terbang dari satu tangkai dahan ke tangkai yang lain, dari satu rerimbunan ke semak-semak yang lain. Karena kelincahannya itulah sehingga serangga yang terbang dapat ditangkap dan dimangsa dengan cepat. Adapun jenis serangga yang kerap disantap Sikatan adalah Lalat, Ulat, Undur-undur, anak belalang, anak jangkrik, laba-laba kecil, ikan kecil, anak kodok bahkan cacing.

Kebiasaan Mandi Burung Sikatan
Burung yang lincah ini memiliki sifat fighter, sehingga burung kecil lain seperti burung prenjak atau ciblek yang mencoba mendekati sarangnya akan diserang atau diusir dari lokasi tempatnya mencari makan, burung ini juga punya mental yang bagus sehingga mudah beradaptasi dan tak takut dengan aktivitas manusia. Meskipun dipelihara dalam sangkar yang kecil ekor burung ini jarang ada yang rusak apalagi menabrakkan kepala ke sangkar. Namun dalam pemeliharaan sebaiknya tetap di pelihara dalam sangkar yang pas dengan ukuran minimal 35x35x65.

Di alam liar burung Sikatan juga suka bermain di sekitar air, sehingga aktivitas burung ini mudah didapatkan di daerah pinggiran sungai, mereka akan bermain di bibir sungai untuk mandi maupun mencari makanan. Sehingga kebiasaan ini sebaiknya diterapkan saat burung berada dalam pemeliharaan manusia, yaitu dengan sering mengganti tempat minum atau tempat mandi setiap hari sebanyak 2 kali yaitu pagi hari dan sore hari.

Mengipaskan Ekor
Kebiasaan atau sifat unik burung Sikatan dalam mengipaskan ekor adalah sebuah ciri khas, kebiasaan itu ditunjukkan burung saat berkicau maupun bermain dengan maksud untuk menunjukkan daerah kekuasaannya kepada lawannya atau burung lain. Karena kebiasaan itulah sehingga burung sikatan kerap disebut juga sebagai burung kipasan

Itulah Sifat dan Ciri Khas Burung Sikatan yang dapat saya simpulkan berdasarkan aktivitas burung tersebut di sekitar rumah, pinggir hutan dan pinggir sungai. Semoga khalayak yang memelihara burung ini bisa memelihara burung ini dengan sebaik mungkin dan memberi pakan utama sebagai makanan harian meskipun burung ini telah anda ajarkan mengkonsumsi Voer.

Andai saja burung sikatan ini sebesar ayam, mungkin saja burung ini akan semakin mempesona sebagaimana kita mengagumi keindahan dari burung merak.

Followers

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Infoting | Bloggerized by Putera Gembala